Senin, 27 Februari 2012

Ketika Semua Lupa Pada-Nya


Tak jarang seseorang ketika mendapatkan kenikmatan yang luar biasa sebagian dari mereka lupa akan satu hal. Yaitu mensyukuri apa yang telah mereka dapatkan, mereka lupa siapa yang memberikan kenikmatan tersebut. Dan yang mereka tahu hanyalah apa yang mereka dapatkan bisa membahagiakan mereka tanpa memikirkan siapa yang telah memberikan kebahagiaan itu. Mereka banyak menghambur-hamburkan hasil dari usaha mereka kejalan yang salah, mereka gunakan untuk berjudi, minum-minuman keras, menuruti hawa nafsu, dan lain sebagainya. Hasil itu sebanarnya diberikan bukanlah untuk kesenangan pribadi saja, melainkan untuk jalan sesuai dengan ajaran Islam. Misalkan, disedekahkan kepada fakir miskin dan anak yatim piatu, disumbangkan pada pembangunan masjid, dan sebagainya. Kerja keras dan usahalah yang banyak mereka katakan bisa membuat mereka mendapatkan kenikmatan. Padahal usaha dan kerja keras tidak menjamin akan mendapatkan apa yang diinginkan, ketika hal tersebut tidak diimbangi dengan do’a dan mendekatkan diri pada sang khaliq (Allah SWT). Allah senang ketika hambanya sering meminta (berdo’a) karena itu menandakan bahwasanya kita tidak ada apa-apanya dibandingkan diri-Nya.
                Ya Allah, ampunilah hambamu ini yang serakah dan tidak tahu diri. Kami lupa dan jauh dari  diri-Mu disaat kami dalam keadaan bergembira, dan kami ingat engkau ketika kami dalam keadaan susah. Ya Allah tak pantas kami berada di Surga-Mu tapi kami tak kuat akan siksa  api Neraka-Mu.

Oleh:
Al-Ustadz Badri Stiawan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar